Sejarah Teknologi Bayi Tabung Pertama Di Dunia

Sejarah-Teknologi-Bayi-Tabung-Pertama-Di-Dunia

“Setiap masalah pasti ada solusi”, kalimat ini banyak orang ucapkan bagi mereka yang berpikir positif pada suatu masalah. Tak terkecuali pada kehamilan. salah satu cara medis yang banyak ditempuh oleh masyarakat indonesia adalah program kehamilan ivf, atau lebih familiar dengan kata bayi tabung. Bayi tabung seperti menjadi angin segar bagi mereka yang merasa kesulitan untuk memiliki buah hati 

Meskipun tidak terlalu banyak yang menggunakan cara ini. Tapi setidaknya, didalam dunia medis, pasangan suami istri yang sulit mendapatkan anak masih memiliki harapan dengan adanya bayi tabung. Memang, terlepas dari manfaat yang banyak dari bayi tabung tersebut, sejak awal kemunculannya, praktek bayi tabung sudah menjadi banyak sorotan publik. Hal ini tertulis dalam sejarahnya. 
Sejarah-Teknologi-Bayi-Tabung-Pertama-Di-Dunia

Sejarah Kemunculan Praktek Bayi Tabung (IVF) 

Sebenarnya, penelitian pada IVF sudah dilakukan sejak tahun 1890. Pada saat itu, ilmuwan yang bernama walter heape memindahkan sel telur yang telah dibuahi dari kelinci Anggora ke jenis kelinci lainnya. Walhasil, percobaan ini berhasil dan setelah itu ilmuwan mulai mencobanya pada subjek yang lain, yaitu manusia. 

Selama beberapa dekade setelahnya, ilmuwan terus melakukan penelitian pada IVF terhadap manusia. Penelitian terakhir dilakukan oleh Edward dan kawannya, Steapoe. Edward sejatinya adalah seorang prajurit angkatan darat inggris. Ia sempat mencicipi bagaimana kejamnya, pertempuran perang dunia II. Setelah lepas masa dinas, ia mulai berfokus pada dunia biologi. 

Penelitian mereka dimulai pada tahun 1950-an, yang mengahasilkan teknologi IVF. Penelitian inilah yang kelak dikenang oleh dunia. Terbukti penelitian ini membuahkan hasil yang menjadi sorotan dunia. Pada tanggal 25 Juli 1987, lahirlah seorang anak dengan berat 2,1 kg di Manchater, Inggris memalui proses bayi tabung, dan ini menjadi yang pertama kali di dunia. 

Anak itu bernama Louise Joy Brown. Sang ibu, Leasley mengidap blocked fallopian tubes sehingga sperma tidak bisa masuk kedalam rahim. Berkat Edward dan kawannya, mereka berhasi melahirkan seorang anak melalui proses IVF. Program bayi tabung bisa anda dapatkan di Bocah Indonesia

Berkat jasanya, Edward mendapatkan piala penghargaan nobel pada tahun 2010 di bidang fisiologi atau kedokteran. Namun, sayangnya nobel tidak diberikan pada orang yang sudah mati, sehingga kawannya, Steapoe tidak mendapatkan penghargaan tersebut.

Posting Komentar

0 Komentar