Pahami Pengertian Kanker Esofagus, Gejala, Penyebab, dan Faktor Risikonya


Definisi Kanker Esofagus 

Esofagus adalah saluran penghubung kerongkongan, kerongkongan bertugas dalam sistem pencernaan. Esofagus terletak di belakang saluran pernapasan (trakea) dan tepat di depan tulang belakang. Seringkali esofagus rentan terhadap penyakit kanker yang kita kenal sebagai kanker esofagus. Pengertian kanker esofagus atau esophageal cancer adalah pertumbuhan sel abnormal di bagian esofagus. Dan kanker ini pun terbagi menjadi dua jenis, yaitu kanker sel skuamosa dan adenokarsinoma. Perbedaan di antara keduanya adalah lokasi kanker yang mendiami organ. Pada kanker sel skuamosa atau squamous cell carcinoma, kanker terjadi pada sel yang membentuk bagian permukaan esofagus. Sedangkan pada adenokarsinoma, sel abnormal muncul pada sel yang menghasilkan mukus. Mukus adalah pelumas untuk makanan ketika melewati esofagus. Menurut Hello Sehat, kanker esofagus menempati urutan ke-9 untuk jenis kanker yang sering sekali terjadi, dan urutan ke-6 untuk jenis kanker mematikan di dunia. Kanker ini paling banyak ditemukan di dataran Asia dan Afrika. 

Gejala Kanker Esofagus 

Dari pengertian kanker esofagus, sudah jelas sel abnormal muncul di esofagus atau kerongkongan. Namun, masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa kerongkongan sama dengan tenggorokan. Kerongkongan bertugas menyalurkan makanan menuju lambung, sedangkan tenggorokan adalah jalur napas yang menghubungkan hidung, faring, laring, trakea dengan paru-paru. 

Gejala yang dirasakan oleh penderita kanker esofagus biasanya berbeda-beda, namun yang sering ditemukan saat gejala awal adalah kesulitan menelan, sensasi terbakar di dada, sering muntah, nyeri dada, sesak napas, perubahan suara yang tidak biasa, sering berdehem, cegukan yang tidak berhenti, dan batuk kering yang tak kunjung sembuh. 

Penyebab Kanker Esofagus 

Pada umumnya, dokter belum bisa memastikan apa penyebab utama terjadinya kanker esofagus. Namun, penyakit ini muncul diduga karena adanya mutasi genetik atau perubahan pada DNA dari sel-sel kerongkongan sehingga tumbuhlah sel abnormal. Penumpukan sel yang bermutasi dapat menimbulkan tumor, dan dapat menyebar atau bermetastasis ke organ tubuh lainnya jika tidak diatasi secepatnya. 

Faktor Risiko Kanker Esofagus 

Ada beberapa faktor pemicu yang diduga meningkatkan risiko seseorang mengidap kanker esofagus, berikut ini adalah faktor pemicunya. 

  • Jenis kelamin 
Kasus kanker esofagus paling banyak ditemui pada kaum pria dibandingkan wanita. 

  • Usia 
Semakin bertambahnya usia, biasanya daya tahan tubuh akan mulai menurun dan terkadang tidak stabil. Hal ini juga yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker esofagus, terutama di atas usia 55 tahun. 

  • Kebiasaan merokok 
Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang mungkin paling sulit dihilangkan, namun jika kamu sudah mengetahui apa saja bahaya merokok, seharusnya kamu sudah mendapatkan gambaran dirimu masa depan apabila kebiasaan ini tidak dihilangkan. Rokok yang dikonsumsi setiap harinya dalam jangka panjang akan berdampak kepada kesehatan, tidak hanya bagi perokok aktifnya saja, namun juga berdampak pada perokok pasif yang menghirup asap rokok. Merokok dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker jenis adenokarsinoma. 

  • Mengonsumsi alkohol 
Mengonsumsi alkohol sebaiknya tidak dijadikan sebagai rutinitas, karena dapat menyebabkan kanker sel skuamosa. 

  • Menderita Barrett's esophagus 
Dilansir dari Halodoc, tidak hanya oenderita Barrett's esophagus saja yang berisiko menderita kanker esofagus. Mereka yang mengalami kelainan esofagus juga berisiko menderita kanker. 

  • Menderita penyakit GERD 
Lambung memproduksi asam untuk mencerna makanan, dan zat asam ini dapat kembali ke esofagus, jika GERD dirasakan cukup sering kemungkinan kamu menderita kanker esofagus. 

Itulah pengertian kanker esofagus beserta gejala, penyebab, dan faktor risikonya. Semoga kita selalu dalam keadaan baik dan sehat. Salam sehat!

Posting Komentar

0 Komentar